Kembali
Tlah kucoba menemukan sebuah akhiran
Menyusun bait demi bait nada yang hilang
Menghentikan semua rasa takut
Semua kecewa menjadi bahagia
Tak ingin ku meninggalkanmu lagi
Seperti masa yang telah usai
Ingin kini kuhanya bersamamu saja
Tak ada lagi amarah, tak ada lagi tangis
Tak ada lagi yang menyakiti
Kau lah bahagiaku
Pendamai dalam hidup
Cahaya dalam gelap
Dan kekasih tanpa balas
Terkenang
Aku memandangmu hanya sekali
Namun wajahmu hadir di seribu malam
Inikah resah atau gelisah
Namun telah terkenang
Inilah mimpi akan setiap senyumanmu
Tak Kan Berhenti
Aku tak peduli masa kian berlalu
Biar pun mendung juga tak kunjung hilang
Atau menjadikanku abu putih di tengah arang
Atau pun hilang di tengah padang sabana
Apakah kau dengar diantara ngarai ?
Apakah kau juga dengar suara gemericik tak henti disungai ?
Hingga suara-suara berdesir diantara pepohonan….
Aku yang tlah menghembuskan syair diantara mereka
Aku yang tlah meneriakkan tangisku di sela-sela mereka
Aku juga yang tlah memukul katambung bertalu-talu
Agar kau berpaling padaku
Agar kau mendengar diriku
Agar kau menatapku
Agar kau membaca apa yang kutulis
Agar kau tahu, betapa sepinya aku
Agar kau juga tahu, aku takkan berhenti
*Katambung = alat musik khas Dayak Ngaju di Kalteng berupa seperti Gendang / Genderang berbentuk sedang, biasanya untuk mengiringi karungut (nyanyian khas daerah dengan ritme tertentu), tarian dan atau upacara adat
Masih Satu
Kesepian membuat kita saling teriris
Kerinduan membuat kita saling ingin menyayangi
Menjaganya dalam sekam hati
Merajutnya di bingkai kenangan
Walaupun itu musnah
Walaupun itu punah
Kini hanya mata yang dapat memandang
Kini hanya gerak yang dapat berisyarat
Kini hanya kata yang dapat bergumam
Untuk sebuah pengertian bahwa aku dan engkau masihlah satu
Inikah dirimu di diriku
Dirimu seperti kulit menutup darahku
Ia juga bergerak di nadi-nadiku yang berdenyut
Kadang juga ia ada di hitamnya bola mataku
Memaku ku di dinding-dinding keinginan
Dan meremas jantung serta hati tanpa mengenal waktu
Bahkan pernah ia juga yang membuatku jatuh terpuruk,
dalam harap cemas mencari jawaban
Apakah esok atau lusa dapat kutemui
Dirimu kah yang aku nanti hingga datang
Atau kah aku yang tetap begini hingga akhir
